Post Image
09 Nov 2017

Being Actor/Actress is just about body ?

AKTOR/AKTRIS HANYA MENYOAL TUBUH?

 
Pada hari Sabtu, 4 November 2017 telah beredar sebuah artikel

https://www.google.co.id/amp/amp.kompas.com/entertainment/read/2017/11/04/185134210/hanung-bramantyo-saya-sampai-hari-ini-masih-mencari-bibit-baru

Berdasarkan hasil wawancara saya dalam acara pers konferensi peluncuran Official Poster Film Benyamin yang diperankan oleh Reza Rahadian.

Dalam artikel berjudul : Hanung Bramantyo : Saya sampai hari ini masih mencari bibit baru, telah dikutip pernyataan saya ‘Susah menjadi aktor itu apalagi aktor pria ya. Kalau perempuan ya sudahlah, ibarat kata asal lo cantik aja. Udahlah itu menjadi syarat’ .

Kutipan tersebut telah membingkai diri saya seolah-olah saya merendahkan dan melecehkan profesi Aktris Perempuan Indonesia sebagai figur yang hanya mengekspose tubuh semata tanpa menggali sisi intelektualitasnya. Terus terang, saya menyayangkan pihak Kompas.com hanya mengutip pernyataan saya tersebut tanpa menyertakan konteks peristiwa yang terjadi sehingga membuat kalimat saya menjadi bias tujuan.

Konteks pernyataan saya diawali dengan sebuah pertanyaan Kenapa saya masih saja bekerjasama dengan Aktor Reza Rahadian dalam film Benyamin Biang Kerok produksi Falcon Pictures? Tidak adakah bibit baru Aktor Indonesia? Saya menjawabnya, ada banyak bibit aktor maupun aktris baru yang berbakat di Indonesia, tapi sangat sedikit yang diterima oleh penonton pecinta film Nasional sehingga menjadikan populer sebagaimana Reza Rahadian. ( saya hanya menyebut Reza saja karena konteks interview saat itu mempertanyakan soal Reza Rahadian ). Seolah-olah buat seorang akor terdapat banyak sekali syarat untuk bisa come up di industry Film Indonesia dibandingkan perempuan yang hampir tiap 2-3 tahun selalu muncul wajah baru.

Kalimat saya ‘Ibarat kata, asal lo Cantik doang’ dalam interview tersebut tidak dalam tujuan ‘menggampangkan’, atau bahkan dengan sengaja memposisikan perempuan semata-mata figure yang sekedar menjual tubuh saja. Kalimat tersebut mestinya tidak perlu diungkapkan dalam tujuan apapun karena ada pernyataan saya yang lain yang konteks dan esensinya sama dengan judul artikel diatas. Saya mengatakan dalam Film Benyamin Biang Kerok yang akan rilis Maret 2018 bertepatan dengan Ulang Tahun Benyamin Sueb tersebut  juga mengorbitkan aktris baru sebagai penjelmaan baru sosok Ida Royani yang selalu mendampingi Benyamin S di Film-Filmnya. Memang saya belum mengungkapkan siapa Aktris tersebut dalam konferensi Pers Sabtu, 4 Nov 2017, dengan tujuan membuat penasaran pemirsa. Tapi upaya saya dalam mencari bibit baru Aktor dan Aktris baru di industri Film Indonesia sudah saya nyatakan dalam konferensi pers.  Saya juga menyatakan bahwa ada skema bagaimana mengorbitkan bintang baru agar muncul di permukaan, yaitu dengan menyandingkan bintang tersebut dengan actor/aktris popular. Pada awal kemunculan Reza Rahadian di Industri Film juga disandingkan dengan Revalina S Temat  di Film Perempuan Berkalung Sorban dan Bunga Citra Lestari di Film Habibie dan Ainun. Sayangnya, pernyataan saya tersebut tidak dikutip secara lengkap yang menyebabkan tujuan kalimat menjadi bias. Parahnya, membuat saya terkesan merendahkan sosok perempuan.

Oleh karena itu saya ingin melakukan klarifikasi dan permohonan maaf atas kutipan pernyataan saya tersebut. Saya menyesalkan pernyataan tersebut bisa keluar entah dalam bingkai atau tujuan apapun. Saya sangat memahami bahwa profesi Aktor maupun Aktris tidak semata-mata menyoal tubuh. Saya justru menentang siapapun yang berupaya mengeksploitasi tubuh perempuan dalam tujuan apapun. Sikap saya tersebut saya tunjukkan dalam Film-Film saya  Perempuan Berkalung Sorban, Tanda Tanya, Rudy Habibie dan terakhir film Kartini. Bahkan di film saya yang memposisikan laki-laki sebagai tokoh utama seperti Soekarno, Sang Pencerah, Rudy Habibie, saya selalu menyelipkan sosok perempuan dengan karakter independen dan setara. Di Film Hijab produksi saya dan isteri saya sendiri sangat jelas keberpihakan saya kepada perempuan muslim modern dan independent yang pada akhirnya justru menuai kontroversi dari kalangan penonton muslim sendiri.

Oleh karena itu, saya dengan rasa menyesal sedalamnya Mohon maaf sebesarnya dan setulusnya saya sampaikan kepada semua pihak khususnya para perempuan, Ibu, isteri dan para sahabat perempuan atas pernyataan saya yang terucap dan terkutip. Semoga ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga buat saya.  Salam